Tampilkan postingan dengan label Indonesiana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesiana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2015

Tarif Listrik Nonsubsidi Turun Di Bulan Agustus


(Persero) memangkas tarif listrik komersial atau nonsubsidi pada Agustus 2015 sebesar Rp 1 per kilo Watt hour (kWh) dibandingkan Juli 2015. Sebelumnya selama empat bulan terakhir atau sejak April 2015, tarif listrik terus mengalami kenaikan.Dalam siaran pers, Kamis (6/8), PLN menyebut alasan pemangkasab tarif karena penurunan harga minyak bumi Indonesia (Indonesia crude price/ICP).

Data PLN menyebutkan ICP Juni 2015 sebagai patokan tarif listrik Agustus 2015 tercatat 59,4 dolar AS per barel atau mengalami penurunan dibandingkan Mei 2015 sebesar 61,86 dolar AS per barel.Namun, dua acuan lagi sebagai dasar penetapan tarif listrik, yakni nilai tukar rupiah cenderung melemah terhadap dolar AS.

Pada Mei posisi rupiah masih Rp 13.141 per dolar, sedangkan Juni menjadi Rp 13.313 per dolar. Ada pun inflasi Juni 2015 berada di kisaran 0,54 persen atau naik dibandingkan Mei 2015 sebesar 0,50 persen.Dengan kombinasi ketiga acuan tersebut, tarif listrik hanya turun Rp1 per kWh.

PLN menyebutkan, pada Agustus 2015, tarif golongan R-2 dengan daya 3.500 VA sampai 5.500 VA, R-3 dengan daya 6.600 VA ke atas, dan B-2 dengan daya 6.600 VA hingga 200 kilo Volt Ampere (kVA) ditetapkan Rp 1.547 per kWh atau turun Rp 1 per kWh dibandingkan Juli 2015 sebesar Rp 1.548 per kWh.

Lalu, tarif golongan B-3 dengan daya di atas 200 kVA dan I-3 dengan daya di atas 200 kVA turun dari Rp 1.219 per kWh menjadi Rp 1.218 per kWh.Serta, golongan I-4 dengan daya 30.000 kVA ke atas, tarifnya menurun dari Rp 1.087 per kWh menjadi Rp 1.086 per kWh.

Sebelumnya, selama empat bulan terakhir atau April, Mei, Juni, dan Juli 2015, tarif listrik golongan tersebut mengalami kenaikan berturut-turut sebagai akibat kenaikan ICP dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.Sementara, pada periode September 2014-Maret 2015 atau selama tujuh bulan berturut-turut tarif listrik mengalami penurunan yang dikarenakan penurunan ICP.

Minggu, 02 Agustus 2015

Mau Tau Masa Depan Anak Kecil Yang Nakal? Tidak Seperti Yang Anda Duga!

Mau Tau Masa Depan Anak Kecil Yang Nakal? Tidak Seperti Yang Anda Duga!
Memiliki buah hati yang kerap berperilaku nakal sering kali membuat orangtua resah dan lelah.Namun, ternyata sikap nakal tersebut bisa berbalik positif kelak anak beranjak dewasa. Apa pasal?

Berdasarkan sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Developmental Psychology, anak-anak yang susah diatur saat kecil nantinya memiliki penghasilan lebih tinggi saat dewasa ketimbang anak-anak yang penurut.

Penelitian dilakukan oleh para ahli dari University of Luxembourg, University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, dan Free University of Berlin di Jerman.

Pada tahap pertama, para peneliti melakukan pengamatan dan pengujian terhadap sekelompok anak berusia 12 tahun pada tahun 1968.

Pengamatan dan pengujian tersebut dilakukan terhadap 745 orang anak-anak.

Adapun beberapa aspek yang diteliti antara lain kecerdasan, perilaku, dan status sosio-ekonomi.


Lalu, 40 tahun kemudian, yakni pada tahun 2008, para peneliti kembali mengevaluasi individu-individu tersebut guna mengetahui apakah perilaku mereka saat kanak-kanak bisa menjadi pantulan mengenai seperti apa masa depan mereka?

Secara mengejutkan, para peneliti menemukan bahwa para individu yang menunjukkan perilaku nakal saat kanak-kanak cenderung lebih sukses dalam karier.

Mereka yang acap kali melanggar peraturan dan melawan otoritas, seperti orangtua dan guru, tumbuh dewasa dengan jenjang karier yang cemerlang dan berpenghasilan tinggi.

Lalu, apa sebenarnya penjelasan yang mampu menyimpulkan hasil penelitian yang menarik ini?

Menurut para peneliti dalam laporan mereka, penjelasan yang paling sederhana untuk hasil penelitian tersebut adalah bahwa sifat menantang dapat membuat individu lebih gesit dalam mencari peluang dan kerja yang memberikan penghasilan besar.

Selain itu, anak-anak yang semasa kecilnya sering memberontak dan nakal, ternyata memiliki luapan semangat untuk membuktikan bahwa mereka bisa memiliki kehidupan yang sukses.

Nah, mulai kini Anda harus memperhatikan perilaku buah hati Anda secara cermat.


Jadi, apabila si kecil memperlihatkan perilaku galak dan nakal, jangan langsung panik dan mendisiplinkan dengan gaya otoriter.

Sebaiknya, pertebal kesabaran Anda untuk memberikan penjelasan yang dapat diterima anak terkait perilakunya tersebut.

Secara bijak, komunikasikan pada anak perilaku yang sesuai dan layak di lingkungan sosial.

Lebih dari itu, orangtua jangan sekadar mengajarkan saja, tetapi juga harus berani memberikan contoh nyata kepada anak-anak mereka.(woman's day)

Sabtu, 11 Juli 2015

Jika Istrimu Cerewet CINTAI dan SYUKURILAH!

Tak selamanya cerewet itu jelek. Tidak selalu cerewet itu menyebalkan, menjengkelkan, mengesalkan, ataupun dampak buruk lainnya. Dalam banyak keadaan, kecerewetan istri amatlah bermanfaat. Kelak akan Anda sadari, di dalam kecerewetan istri, terdapat kebaikan yang banyak.

Ketika Subuh belum menyapa sebab fajar belum masanya tiba, kecerewetan istri mungkin saja akan mengganggu waktu rehat Anda. Padahal, hari itu Anda lembur dan baru pejamkan mata empat atau lima jam yang lalu. Lalu dengan polos dan tanpa merasa berdosa, istri Anda mulai membisiki telinga, meyentuh kulit, dan sedikit menggoyangkan badan Anda dengan kalimat yang tak dikehendaki nafsu, “Mas, ayo bangun… Cepetan sayang… Sebentar lagi subuh…”

Dan, ketika Anda menarik selimut serta membenarkan bantal, tiba-tiba ia datang seraya memercikan air ke wajah Anda dengan gaya khasnya yang lembut, mengikuti saran sang Nabi pilihan umat. Agar, kalian berdua senantiasa diberkahi.

Lalu ketika Anda mulai mengumpulkan nyawa seraya duduk di tepi ranjang, rupanya kecerewetannya belum berhenti. Ia pun membimbing seraya menarik mesra badan Anda, kemudian menuntun agar Anda bergegas ke kamar mandi, mengambil air wudhu.

Setelahnya, ketika Anda sudah berhasil lari dari jeratan setan lantaran kecerewetan perkataan dan perbuatan istri Anda di pagi yang belum melek itu, saat Anda hendak beranjak kembali ke ranjang melanjutkan tidur setelah dirikan rakaat Tahajjud secukupnya, percayalah bahwa kecerewetan itu tidak akan berhenti, bahkan akan senantiasa bertambah.

“Mas, kok tidur lagi?” ujarnya seraya mendekat, “Sudah mau adzan tuh.” Kemudian dengan sedikit gelayutan manja di bahu yang padanya didapati ketenangan sandaran, ia mengatakan sembari daratkan kecupan hangat penuh kemesraan di kening Anda, “Sana berangkat ke masjid.”
“Iya sayang… Baru juga adzan.” Jawab Anda setengah hati.

Saat mendengar jawaban ngeles yang Anda sampaikan itu, bersiaplah untuk mendengarkan ceramah sebelum Subuh yang penuh dengan tekanan dan ekspresi sepenuh hatinya, “Sayang… Datang lebih awal itu lebih baik… Biar dapat unta merah…”

“Iya, iya, sebentar. Mau merem. Sebentar aja kok.”
Ketika Anda belum menutup mulut, percayalah bahwa materi ceramahnya akan semakin bertambah, dan kali ini cukup membuat Anda bergegas menyambangi suara adzan Subuh yang menentramkan itu, “Mas.. Cepetan berangkat… Sudah ditungguin bidadari tuh…”
“Ah,” kilah Anda sembari membenarkan posisinya, “masih juga di dunia.”
“Ya udah deh…” lanjut istri Anda dengan kecerewetannya, “Nanti ditambahin bidadari dunia deh…”
Maka siap-siaplah, tepat ketika Anda bergegas setelah mendengar motivasi terakhir itu, sepulangnya dari masjid tidak ada lagi kopi hangat yang biasa menemani waktu santai Anda di pagi yang berkah itu.

Karenanya, percayalah; sayangi dan cintai kecerewetan istri Anda, sebab di dalamnya terdapat kebaikan yang amat banyak

Senin, 06 Juli 2015

Bro - Sis! Ini Dia 6 Dandanan Haram untuk Muslimah Yang Musti Kamu Tahu

Bro - Sis! Ini Dia 6 Dandanan Haram untuk Muslimah Yang Musti Kamu Tahu
Bro - Sis! Ini Dia 6 Dandanan Haram untuk Muslimah Yang Musti Kamu Tahu - TIDAK semua dandanan dan hiasan bagi suami itu halal, ada cara dandan yang haram dan bertentangan dengan Islam. Misalnya mengikuti cara berdandan wanita kafir yang tidak pernas shalat, wudhu, dan tidak menjalankan hukum syariat.

Wanita muslimah yang menghormati dirinya sendiri pasti takkan sudi menyerupai wanita-wanita kafir dan fasik. Dia akan konsisten menjaga agama dan dirinya yang telah dimuliakan oleh Islam. Wanita muslimah wajahnya akan terlihat bersinar dengan air wudhu yang digunakannya untuk beribadah.

Oleh karena itu, dia akan memilih dandanan dengan hiasan yang dibolehkan dan sesuai dengan sosoknya sebagai seorang muslimah.

Berikut beberapa dandanan dan hiasan yang haram:

1. Berlebihan dalam berhias dengan menghabiskan waktu yang cukup lama dan uang yang tidak sedikit untuk mencari kosmetik, pakaian, serta ornamen hiasan terbaru yang diluncurkan ke pasaran.

“Sesungguhnya pemborosan itu adalah saudar setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya,” (QS. Al-Israa ayat 27).

2. Menghabiskan banyak waktu di depan cermin guna memoleskan berbagai macam kosmetik. Sebab segala sesuatu yang berlebihan dan melampaui batas, akan menjadikan hal yang negatif.

3. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat wanita yang membuat tato dan meminta ditato, yang mencabut bulu alis dan meminta dicabut, yang merenggangkan gigi dan memperindahnya, serta wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Al-Jami ash-Shaghir).

4. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan meminta disambungkan rambutnya.” (HR. Al-Jami’ ash-Shaghir).

5. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Al-Jami ash-Shaghir).

6. Rasulullah SAW bersabda, “Laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain, dan wanita tidak bboleh melihat aurat wanita yang lain,” (HR. Muslim).

Sudah jelas bukan bahwa berdandan dengan berlebihan hanya akan membuatmu melanggar aturan-aturan Allah, untuk itu taatilah perintah Allah dan berdoalah supaya hati tetap istiqomah di jalan-Nya. Dan Allah menjadikan kita wanita muslimah yang seutuhnya. [islampos]

Ya Allah, Sedemikian Parahnya LGBT Menjalar Dari Santri Hingga Ustadz

Ya Allah, Sedemikian Parahnya LGBT Menjalar Dari Santri Hingga Ustadz
Oleh Zulfi Akmal
(Mahasiswa S3 Tafsir Al-Azhar, Cairo)

Gara-gara status FB sebelumnya saya diajak salah seorang teman untuk berselancar di dunia per-FB-an.

Sebelumnya saya sudah mencoba memperhatikan seluruh kawan yang ada hubungan pertemanan dengan saya di FB. Hanya ada satu orang yang memasang foto pakai gambar pelangi sebagai bukti ia pendukung LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Namun tidak saya gubris, karena sudah jelas ke mana arah pikirannya dari dulu.

Ternyata dalam pengembaraan saya ke akun-akun yang digiring teman itu saya temukan malah mayoritas foto mereka pakai pelangi semua. Dalam dialog-dialog mereka jelas mereka adalah pendukung LGBT, bahkan pelaku.

Yang lebih mencengangkan di antara mereka ada yang santri, dosen, mahasiwa bahkan ustadz. Subhanallah, ternyata dunia ini sudah benar-benar asing dan aneh. Ada ustadz yang tidak tahu bahwa perbuatan umat Nabi Luth itu haram. Padahal itu sudah merupakan perkara “ma’lum bidh dharurah fid din”, yang artinya semua orang mesti tahu.

Segitu parah kah dunia ini? Tanpa segan dan malu ia menyatakan dukungan. Saya tidak tahu apakah dia hanya sebagai pendukung atau justru lagi bela diri untuk membenarkan kecendrungan “lendir”nya.

Penyakit satu ini memang luar biasa. Karena biasanya secara fitrah semua manusia menyadari bila melakukan suatu dosa, amat memalukan bila diketahui oleh orang lain. Tidak peduli apa agamanya. Makanya orang akan sembunyi-sembunyi bila melakukan dosa dan akan berusaha menutupinya serapat-rapat mungkin.

Karenanya jarang perbuatan dosa tampil di depan orang banyak dengan terang-terangan. Bila suatu dosa muncul ke permukaan dan diketahui orang banyak, itu artinya dosa-dosa yang tersembunyi jauh lebih banyak.

Dan bila dosa itu sudah terlalu biasa muncul di tengah orang banyak maka jangan heran kalau dosa itu tidak dipandang dosa yang hina lagi. Sedikit demi sedikit ia akan menjadi hal bisa, bahkan bisa terbalik nilai. Ia akan dipandang suatu kebaikan yang perlu dibela dan dilestarikan serta dilindungi, bahkan kalau perlu dibikinkan undang-undang sebagai payung hukum. Apalagi bila dukungan itu muncul dari agamawan atau yang dianggap ustadz. Kalau ulama mustahil akan memberikan dukungan.

Hari ini dosa yang amat memalukan, yang untuk menyebutnya saja keringat dingin berkucuran, malah dianggap orang banyak sebagai hal normal dan tidak perlu dipermasalahkan. Bahkan diberikan hak perlindungannya.

Perbuatan yang binatang saja tidak melakukannya. Dosa yang membuat suatu peradaban besar dihabisi oleh Allah sampai ke akar-akarnya, hingga puingnya pun tidak tersisa walau sedikit.

Saya tidak tahu, azab apa yang akan diturunkan Allah kepada kita akibat perbuatan terkutuk ini sudah menjalar ke mana-mana. Sekalipun kita tidak ikut melakukan itu, tapi Allah berkata:

“Dan peliharalah dirimu daripada fitnah (azab) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang lalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”. (Al-Anfal: 25)

Saya tidak bisa bayangkan bila orang yang mendukung LGBT itu misalnya di hari raya nanti anak laki-lakinya datang memberikan sungkem dan di sampingnya ada pemuda ganteng imut-imut gemulai, lalu dia bilang “Kenalkan ayah, ini calon menantu ayah”. Atau anak perempuannya didampingi seorang perempuan cantik perkasa, kemudian dia bilang “Ayah, ini calon suami saya”. Subhanal Malikil Quddus…..

Mencegah ini bukanlah tugas dai’i, ustadz dan ulama saja. Tapi tugas semua orang yang sadar akan bahayanya. Tugas yang harus dilakukan oleh orang yang takut akan turunnya azab Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

Ya Allah….. sudah betul-betul asing dunia ini rasanya.

Cairo, 5 Juli 2015/18 Ramadhan 1436

7 Fakta Dari Rekayasa Kesuksesan Gojek

7 Fakta Dari Rekayasa Kesuksesan Gojek

Gojek

Ah. Buat kamu yang tinggal di kota Jakarta, terlebih di kawasan Jakarta Selatan, tentu tidak asing dengan kata yang satu itu. Gojek. Bahkan, ketika menyebutnya, bisa jadi kamu langsung membayangkan pengendara-pengendara motor berseliweran mengenakan jaket dan helm hijau bertuliskan “Gojek”.

Tidak usah malu, saya pun langsung membayangkan nya setiap kata Gojek saya dengar atau sebut.

Memang, brand awareness yang luar biasa sudah berhasil dilakukan oleh Gojek. Kita harus akui itu. Namun, sudah kah kamu tahu bahwa ada rekayasa-rekayasa dibalik cerita sukses Gojek belakangan ini?

Berbekal uang hanya dengan 30 ribu rupiah, saya berhasil membongkar rekayasa yang dilakukan Gojek.

30 ribu? Kok murah?

Iya. Itu adalah besaran dana yang saya keluarkan dalam “riset” saya untuk sedikit membedah Gojek dan menyampaikan informasi tersebut dalam website saya ini. 30 ribu adalah besaran 3 kali saya menggunakan jasa Gojek dalam masa promo #CebanRamadhan ini.

Jadi ya, “hanya” dengan 30 ribu rupiah itu lah, saya membongkar rekayasa yang dilakukan Gojek.

Hah? Rekayasa? maksudnya apa? Penipuan yang dilakukan Gojek?

Rekayasa yang saya maksudkan disini adalah rekayasa sosial (Social Engineering) yang Gojek lakukan di masyarakat. Gojek berhasil mendesain, menerapkan, merekayasa tidak hanya sudut pandang sosial namun juga gaya hidup bertransportasi masyarakat. Baik itu para driver nya, maupun para pengguna jasa Gojek. Sebuah rekayasa yang, berani saya bilang, jenius…

Saya melakukan riset lapangan langsung dengan berinteraksi dengan para driver Gojek. Selama perjalanan, saya mengajak mereka bicara, berdiskusi, mendengarkan semangat dan harapan mereka. Saya menyadari, bahwa berkat rekayasa yang diterapkan, ada senyum-senyum mengembang orang-orang baik ini.

Berikut saya paparkan fakta-fakta nya:

Fakta 1: Mekanisme pendaftaran Gojek

Buat kamu yang tertarik mendaftar jadi Gojek Driver, ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Dari segi administrasi misalnya, calon driver harus membawa foto kopi SIM, STNK dan Kartu Keluarga ke salah satu kantor Gojek yang berlokasi di Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan. Setelah melengkapi administrasi, kemudian dilakukan pengecekan kondisi fisik motor lalu tes wawancara.

Kemudian setiap calon driver akan menjalani training, diantara nya soal penggunaan aplikasi Gojek Driver dalam smartphone, pelayanan pelanggan, hingga eduksasi soal safety riding.

Selepas itu, jika diterima, akan langsung dilakukan penandatanganan kontrak. Jaket dan helm pun akan dipinjamkan. Untuk masker dan hair cover dapat diambil di kantor Gojek di Wolter Monginsidi, sedangkan handphone di kantor Gojek di jalan Ciasem.

Sungguh rekayasa sosial yang begitu santun telah dilakukan oleh Gojek. Tidak hanya mengedukasi para calon driver agar tertib administrasi, Gojek juga memberikan value terhadap para driver mengenai teknologi, customer service, hingga keselamatan berkendara.

Fakta 2: Tidak semua Gojek driver sebelumnya adalah tukang ojek

Awalnya saya juga mengira begitu. Namun, 3 dari 3 Gojek driver yang menjadi narasumber tulisan ini ternyata tidak pernah ngojek sama sekali sebelum bergabung dengan Gojek

Saya ikut Gojek awalnya karena mau dapet penghasilan buat biaya skripsi saya, Mas. Gaenak minta sama ibu soalnya saya nambah 1 tahun kuliah nya. – Kata bang Andi, Gojek yang ternyata adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila

Awalnya saya Debt Collector, nagihin hutang kartu kredit, tapi sekarang mah yang ditagih malah lebih galak. Lagipula, saya kasihan sama anak istri saya. Bulan Juni ini saya rencana mau resign dari pekerjaan nagih hutang saya. – Kata pak Syahrul, Gojek saya sewaktu ke mal ambassador. Selama perjalanan entah berapa kali beliau mengucapkan terimakasih kepada Gojek atas perubahan yang diberikan. Beliau bahkan mengaku berkat Gojek, tahun ini bisa membelikan baju baru untuk anak istri

Saya Gojek cuma malam, Mas. Kalau pagi sampai siang, saya jualan gas. Yah, lumayan mas, cari-cari 100 ribu juga malem di Gojek dapet. Hitung-hitung buat jajan anak. – Kata mas Yono, Gojek saya dari Pondok Labu ke Mampang malam itu.

Di kemudian hari saya juga berkenalan dan mendengar cerita bahwa ada Gojek driver yang berprofesi sebagai karyawan swasta, sopir pribadi, hingga ibu rumah tangga.

Selepas saya turun dari Gojek, pak Syahrul mengajak saya untuk ikut serta menjai driver Gojek. Tawaran yang cukup menggugah. Hehe.

Fakta 3: Konversi per kilometer Gojek adalah 4 ribu rupiah

Ini yang menyebabkan tarif Gojek menjadi lebih murah dari tarif ojek pangkalan. Di Gojek, tarif perkilometer sudah distandarkan. Di ojek pangkalan, tatacara penetapan tarifnya tidak jelas. Orang Jawa sering bilang tarifnya ” Mukul “. Ada yang secara kasar malah bilang tarif nya preman.

Pengalaman saya, selisih tarif antara Gojek dan ojek pangkalan bisa mencapai 15 ribu rupiah. Sayang sekali, semenjak saya merasakan naik Gojek, saya tidak pernah lagi menggunakan jasa ojek pangkalan.

Saya adalah manusia yang masih manusiawi, manusia yang juga realistis dan ekonomis. Mungkin, begitu juga dengan puluhan ribu pengguna layanan Gojek.

Fakta 4: Gojek berhasil meningkatkan pendapatan para pelakunya

“Ternyata lebih dari 70 persen waktu kerja tukang ojek hanya menunggu pelanggan, ditambah kemacetan Jakarta.”

Itu adalah pernyataan yang dikeluarkan CEO Gojek, Nadiem Makarim.

Memang benar, dengan adanya Gojek, para driver tidak perlu (melulu) ada di pangkalan. Mereka cukup memantau aplikasi Gojek yang dimiliki jika ada customer yang minta di jemput-antar. Karena tidak perlu mengetem, mangkal, maka driver Gojek memiliki efisiesnsi waktu, yang pada akhirnya meningkatkan potensi pendapatan.

Dengan begitu pula, para Driver dapat pula memanfaatkan waktunya mengerjakan hal lain. Semisal mas Andi yang berkuliah, atau mas Yono yang menjadi agen gas itu. Bisa juga misalnya mengasuh anak, menemani istri, hingga berwirausaha.

Dari hasil penelususan, pak Syahrul yang sebelumnya Debt Collector itu, memiliki pendapatan hingga 8 juta/bulan. Alhamdulillah.

Fakta 5: Untuk setiap 10 customer, Gojek Driver akan mendapatkan bonus

Saya strategi nya sih, kalau pagi-siang saya ambil yang deket-deket dulu. Kalau langsung ngegas yang jauh, kita udah keburu capek. Nah, kalau malam, lumayan dah tuh 2-3 kita bisa dapet. – Kata pak Syahrul. Beliau mengaku bonus yang ditawarkan adalah 50 ribu rupiah.

Inikah alasan kenapa para driver Gojek tampak begitu bersemangat dan bahagia ?

(Update : ada info dari komentator artikel ini bahwa untuk 5 orang pun driver sudah mendapatkan bonus, benarkah ? Karena berdasarkan pengakuan narasumber, bonus diberikan dengan jumlah customer 10)

Fakta 6: Uang dibayar perbulan adalah mitos, kenyataannya uang hasil ng-Gojek bisa diambil harian

Dari salah satu tulisan artikel yang saya baca (saya lupa, kalau tidak salah di blog seseorang/kompasiana) , disebutkan disitu bahwa salah satu keengganan ojek pangkalan bergabung ke Gojek, selain karena “alergi dengan teknologi”, adalah karena penghasilan dari Gojek baru bisa diambil bulanan seperti orang gajian kantoran.

Penulis artikel itu ternyata salah atau setidaknya kurang dalam melakukan riset.

Faktanya adalah, setiap penghasilan yang didapatkan oleh driver Gojek, langsung di kredit kan ke rekening driver masing-masing. Bank yang digunakan adalah bank CIMB Niaga. Dan driver dapat mengambilnya secara harian mana suka. Pembagian keuntungannya adalah 80 untuk driver dan 20 untuk manajemen Gojek.

Fakta tersebut saya dapatkan dari cerita langsung para driver Gojek, tentu saja.

(UPDATE, Dari Timotius Aswin : Saya cuma bs kasih info kenapa CIMB Niaga. Hal ini dikarenakan CIMB Niaga punya produk namanya rekening ponsel, yang mana menjadikan nomor hp sebagai rekening. Hal ini mempermudah kinerja driver gojek, jadi ga perlu bawa atm. Mau ambil duit tinggal ke atm cimb terdekat, kirim sms, dan uang bisa diambil melalui mesin atm. )

Fakta 7: Smartphone yang digunakan dan provider seluler

Kedua hal ini mungkin sering luput dari para pengguna layanan Gojek dan memang terkesan sepele: jenis smartphone dan provider seluler yang digunakan para Gojek driver adalah seragam.

Untuk smartphone, mereka menggunakan smartphone bermerek ZTE. Smartphone ini mereka angsur sebesar 7 ribu rupiah selama 100 hari atau 50 ribu rupiah selama seminggu hingga mencapai harga 700 ribu rupiah. Smartphone ini diberikan di awal ketika seseorang resmi menjadi Gojek Driver.

Sedangkan untuk provider layanan seluler nya, mungkin banyak orang tidak sadar bahwa seluruh nomor Gojek driver yang digunakan untuk menghubungi pelanggannya adalah nomor dari provider SimPATI. Nomor tersebut diberikan bersamaan dengan smartphone ZTE dan langsung diberi modal pulsa sebesar 100 ribu.

Saya pribadi masih belum menemukan jawaban kenapa harus menggunakan ZTE dan SimPATI? Kenapa pula harus menggunakan layanan bank CIMB Niaga?

Dugaan saya adalah terkait kerjasama investor antara Gojek dengan ketiga pihak tersebut. Walaupun memang sampai sekarang, Gojek belum memberikan keterangan resmi terkait siapa investor mereka. Layak kita nanti.

(Update dari Bagus Hermawan : Kenapa SIMPATI? Nah ini baru dugaan saya saja ya tapi. Setau saya ada program Telkomsel CUG (customer user group) dimana setiap nomor yang didaftarkan ke sebuah server CUG bisa saling telepon gratis — entah ke sesama anggota server CUG tadi atau diluarnya, saya masih terus mencari info ini.)

Jadi, tinggal apa ya rahasia dari smartphone ZTE nya?

UPDATE dari Okto Silaban terkait investor, mas Okto memberikan link :


yang bercerita tentang Arthur Benjamin yang menjadi Angel investor Gojek pada tahun 2011 itu. Ketika itu, Gojek adalah pemenang dari Global Entrepreneurship Program Indonesia. Sedangkan dari website http://nsi.vc/ diketahui bahwa perusahaan venture ini adalah salah satu investor gojek. NSI Venture adalah perusahaan pembiayaan bisnis skala round A atau round B.

Nah… menarik kita bedah sedikit berapa besaran investasi dari keduanya,

Dari artikel ini


dan ini


rerata investasi dari Angel Investor seperti Arthur Benjamin adalah $.191.000 dan NSI Venture sebagai pembiyaan Round A-Round B adalah setidaknya $.2.000.000 (DUA JUTA DOLAR). Mohon saya dikoreksi jika kurang tepat =)

… … … Artikel bagian 1 ini cukup panjang, saya membaginya menjadi dua bagian agar kamu tidak bosan. Klik disini untuk menuju ke bagian kedua.

(Update)

Karena cukup banyak permintaan untuk mengetahui dimana alamat jika ingin mendaftar Gojek, berikut saya cantumkan alamat-alamat yang saya ketahui. Namun, saya hanya meluruskan kalau saya tidak tahu apakah masih ada proses recruitment atau tidak ya, silahkan menghubungi pihak Gojek secara langsung =)

Berikut informasinya, semoga bermanfaat =)

PT. Gojek Indonesia
Jl. Ciasem 1 No. 36 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Tlp. 021-72781345 / 021-7251110.

Jakarta Selatan:
Gedung AKA, JL. Bangka Raya, Jakarta, 12720

Tangerang
Jalan Raya Serpong KM 7 No. 64 (dekat lampu merah Gading Serpong, depan toko cat Warna Abadi

Depok
Jalan M Yusuf Raya No 9 (Majapahit), Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya, Depok

Bandung
Ruko Paskal Hyper Square Blok A – 9 Pasir Kaliki (022)86060632

Surabaya
Ruko Mangga Dua blok B5 – 8 Jagir Wonokromo.
Ada yang bisa menambahkan ?

Terimakasih sudah menyempatkan membaca dan berkomentar di aritikel ini. Semoga bermanfaat

Follow twitter saya di @selepasngajar

Wajib Baca! [Hasil Investigasi] Fakta Mengerikan "Grup Gay" di Facebook Terungkap

Wajib Baca! [Hasil Investigasi] Fakta Mengerikan "Grup Gay" di Facebook Terungkap

June 27, 2015

Sebenarnya, aku udah azzam (bertekad -red) pada diri sendiri ga mau ngomongin soal LGBT dulu selama ramadhan..

Fokus ibadah.. Dan aksi #RombongSedekah

Tapi keisenganku bberapa waktu lalu untuk masuk ke 'Grup Gay Jombang' Facebook, berbuah mual, muntah, dan keringat dingin..

Dan aku harus membaginya..

Seenggaknya, biar anda-anda para ibu, ayah, orangtua, yg merasa, perkembangan LGBT ini bukan sesuatu yg patut ditakutkan, sedikit bs lebih melek! ..

Buuuu..
Pakkkk..

Peluk erat anak-anak kita..
Dekati..
Fahami..
Doakan..

**

Grup ini, hanya 1 dari puluhan Grup para gay yg eksis di FB.

Itu baru yg keyword "gay jombang" ,

blum lg grup LGBT dengan nama-nama sandi,
seperti Pelangi, Rainbow, Warna-warni, dll..

Dan..
Itu baru di Jombang..
Baru di Jombang.. Sebuah kabupaten kecil !

*

Jangan dikira lolos ke grup tertutup ini mudah..

Butuh bbrpa hari..

Aku harus membuat account dgn nama alay, dan foto cowok alay yg lg selfie.. Agar meyakinkan sbg seorang Gay..

#ingat ya, cowok klo suka selfie dgn pose alay itu termasuk kategori terlalu gay

Aku jg melampirkan nomer telpon yg aktif, agar dipercaya..

**

Butuh sepekan lebih baru aku diijinkan masuk.
Dan setelah masuk..
Aku seperti berada di neraka..

Foto-foto kelamin pria beredar dimana-mana..
Sebagian mereka masih remaja.. Bahkan ada yg masih SMP.

Cari pasangan untuk seks bebas dan bersenang-senang, Jauh lebih mudah dari menjual makanan di Grup Kuliner Jombang.
Tinggal tulis usia, peran, dan ketertarikan seksual (cari yg tua, muda, putih, sawo matang, dll),
dan tinggalkan nomor telpon, WA, BBM..
Semua tawaran dan ajakan maksiat akan muncul di komentar..
Gayung bersambut..

**

"Tantangan untuk menyembuhkan anak-anak kita yg punya kecenderungan LGBT akan semakin berat jika mereka sudah memasuki fase telah berhubungan badan.. Mereka akan terjebak kenikmatan yg mengandung candu"

Kurang lebih begitu kak Egi, penulis buku @anakku bertanya tentag LGBT menyebut bahayanya fase ini.

Dan para member di grup ini, sudah jelas masuk dlm fase ini.

*

Tak segan2 jika ada yg dikecewakan, member meng-upload sebuah foto cowok, sambil berkomentar :

"Ada yg pernah ML dgn ini gag?".

Dan puluhan komen muncul.

Bukti, bahwa Tak hanya seks bebas,
prostitusi gay,
tukar pasangan

Jd hal yg umum banget di grup ini..

*

Ahhh, sudahlah..

Tulisan ini cuma pengen buat ente2 yg suka ngenyek aku, bangun!

Aku ga lebay..

Ini beneran terjadi.. Dekatttt dengan kita..

Ga usah ikut2an iseng kaya aku, bikin account palsu..

Nanti muntah..

**

Tulisan selanjutnya baru kita bahas lagi "harus apa" dan "gimana" yaaa

Salam,
Yana Nurliana

Menulis bukan nakut-nakutin,
Tapi membuka mata biar melek